Rabu, 07 Agustus 2013

Resensi Musik: Nonton Live Concert Naif Band


     Siapa yang kenal Band yang membawakan lagu Mobil Balap, Piknik 72, Jikalau, Benci tuk mencintai, Air dan Api, Curi curi Pandang? Yap. Itulah dia Naif band sang superstar. Sebuah grup yang didirikan tahun 1995, terdiri dari David, Pepeng, Emil dan Jarwo, yang kerap tampil di televisi.

  Saat kuliah tahun 1995 dulu saya sedang getol getolnya nonton live concert. Walaupun sebagai anak kos duit saya pas-pasan, saya selalu bela-belain apalagi kalau ada Gigi atau Slank :-).  Asyik banget lihat aksi panggung Armand Maulana yang pecicilan, gak bisa diam. Begitu juga dengan gaya Slank yang sangat komunikatif dan interaktif.

     Bagaimana dengan Naif Band? Naif mulai sering muncul di televisi sekitar tahun 1997-an. Video klip yang sering diputar di TV waktu itu adalah Mobil Balap--sebuah lagu yang sederhana, jenaka dan riang. Sangat cocok dengan nama band Naif yang berarti polos, lugu, gampang dibohongi & di bodohi. :-).
     Di awal awal tahun 1997, saya kira Naif Band tidak akan bertahan terlalu lama seperti Dewa 19 atau Slank. Ah paling juga nanti setelah rilis 1 atau 2 album kemudian Band ini akan tenggelam & tinggal menjadi sejarah dalam dunia musik Indonesia. Itulah kenapa waktu pertama kali nonton live concert Naif band secara tidak sengaja di Taman Ria Senayan tahun 1998, saya tidak terlalu antusias.
     Waktu itu CCF sedang mengadakan acara semacam gathering untuk cas, cis, cus dalam bahasa Perancis. Penulis masih ingat di acara gathering CCF itu, Naif hanya membawakan sekitar enam lagu ditambah satu lagu The Beatles berjudul Twist and Shout. Naif band tidak membawa massa.  Waktu itu mereka tampil hanya sebagai band tamu untuk sebuah acara yang ditonton sekitar 500 orang. Sangat sederhana sekali penampilan mereka waktu itu. Sederhana tapi sangat menghibur! 


  Waktu terus bergulir. Naif Band semakin menunjukkan eksistensinya dalam blantika musik Indonesia. Dalam konser tur keliling Indonesia, Naif berhasil membius & menghipnotis ribuan penontonnya dengan tembang tembang Curi, Curi Pandang, Aku Rela, Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia, dst.
     Album demi album telah dirilis. Prediksi bahwa Naif Band akan redup setelah 1-2 album meleset. Musik mereka semakin membahana, penggemar mereka makin hari semakin bertambah banyak, dan karakter musik yang mereka mainkan semakin kuat. Setiap tahun band ini tidak pernah absen dari acara-acara penting seperti PRJ & soundrenaline.


   Setelah sekian lama sudah tidak pernah menyaksikan live concert Naif Band akhirnya saya mendapat kesempatan untuk menonton lagi penampilan para alumni IKJ ini di PRJ pada hari Minggu, tanggal 23 Juni 2013. Demi band yang satu ini saya rela menempuh perjalanan dari Duren Sawit menuju Kemayoran, rela berjalan kaki sekitar 2 km untuk masuk ke area PRJ, dan berdiri di antara penonton sejak pukul 5 sore hingga 9 malam.  Mereka muncul setelah penampilan Ruti Kiju dan The S.I.G.I.T.
     Sebelum mulai nyanyi di panggung David sempat juga berceloteh coleteh tentang The S.I.G.I.T. "Keren juga penampilannya The S.I.G.I.T ya? Mana pendukungnya The S.I.G.I.T? Kalo pendukung Susanto mana?"
   Penonton kontan ngakak. Setelah menyanyikan beberapa lagu, David berceloteh lagi. Kali ini tentang Arya Wiguna. David mengatakan Arya Wiguna memang sungguh sungguh Tidak berguna. :-). Celotehannya langsung mendapat sambutan dari massa pendukung Naif. Tidak lama setelah itu Naif membawakan lagu yang berjudul Televisi.
     Kendatipun celotehan-celotehan David banyak menuai pro dan kontra dari para netter di kaskus.co.id, saya anggap apa yang diucapkan masih dalam batas batas yang wajar. Bagi seorang penggemar Naif seperti saya, menonton konser langsung Naif Band bukan hanya sekadar mendengarkan musik dan ikut bernyanyi, tapi juga menikmati kejenakaan dari celotehan sang vokalis di samping berbagai aksi panggung lainnya. Sebuah wisata yang sesuatu banget! 

David, Pepeng, Emil & Jarwo teruslah ceriakanlah dunia. Janganlah lupa pada kawan Naif!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar