 |
| melolong di ruang musik SMP 52 |
Hai, apa kabar?
Lagi pada ngapain? Saya pemusik, bukan pemain teater, lenong, atau pendongeng. Sejujurnya saya sedikit ragu waktu harus memainkan tokoh Jintan di bonus
track dongeng di album Simfoni Satwa. Main jadi Jintan itu menantang
banget, karena
dia seekor anjing hutan. Saya harus latihan melolong supaya mirip anjing hutan sungguhan. Eh, lama-lama saya jadi ketagihan, hehehe.
Seperti rekaman lagu, rekaman dongeng juga repot, tapi asyik. Banyak cerita kocak waktu kami rekaman dongeng RSB.
Supaya enggak ada suara letupan dari vokal, kami bikin
pop filter sendiri. Caranya gampang banget, hanya perlu sapu dan ayakan tepung. Gagang sapu diikat ke
guitar stand dan ayakan tepung diikat ke puncak gagang sapu. Ini ayakan tepung sumbangan dari ibu Kak
Fachri Jamal. Sesuatu banget!
Selain di
basecamp DTS Voices, kami rekaman di
SMP 52. Kenapa di sana? Karena saya, Kak Ronaldi, Kak Fachri, Kak Dewi dan Kak Dhika, semua alumni
SMP 52. Kami juga kenal baik dengan Pak Bagio, penjaga sekolah yang ikut harap-harap cemas menanti album ini rilis, hehehe... Pak Bagio dan Bu Bagio selalu mendukung dan membantu setiap kali kami latihan atau rekaman di ruang musik. Tapi sayangnya, waktu terakhir kami rekaman sekolah sedang libur. Walhasil,
take harus bergantian dengan suara petasan yang dimainkan anak Pak Bagio.