Selasa, 11 Desember 2012

Majalah Boci (Bocah Indonesia)


















Teman-teman sudah baca Majalah Boci edisi Kesehatan ini?

Minggu, 04 November 2012

Suatu Pencarian

Penulis: Erna Fitrini
(Bobo 33/XXXIX 24 Nov 2011)
 
“Sekarang giliranmu, Pi.” Mirza memberikan dadu kepada temannya.  Sejak dari
pulang sekolah, Mirza dan tiga temannya asik bermain monopoli.
            Tiba-tiba terdengar suara ramai di muka rumah.  Mirza langsung meninggalkan teman-teman dan berlari ke teras.  Pak Zainul, ayah Mirza sedang membersihkan linggis di teras.  “Ada apa, Yah?” 
            “Entahlah....”  Pak Zainul meletakkan linggis.
            Penduduk desa berlari ke arah rawa yang berada di dekat gedung sekolah.  Mereka membawa golok, bambu, linggis dan sekop. 
            “Hei, ada apa?” tanya Pak Zainul. 
            Salah satu dari mereka menoleh sebentar.  Dia mengatakan sesuatu, tapi tidak jelas terdengar karena ramainya suara orang-orang berteriak.  Yang terdengar jelas hanya kata, “Rawa!”
            Dengan cepat Ayah mengenakan sepatu bot karet dan mengambil linggis.
            “Yah, aku ikut,” minta Mirza.

#30: Wawancara & Putar Lagu "Kecil-Kecil Jadi Detektif" di Promo Novel "Hilangnya Berlian Pink" di Radio DFM






Sabtu, 27 Oktober 2012

Tapir Sumatera


Penulis: Ronaldi Ozan

       Hari Sabtu pagi , sekitar jam 9:45 pada tanggal 1 September 2012, sebelum mengajar di LIA Pramuka, saya bersenandung kecil di apartemen kecil saya.  Lalu saya mendapatkan melodi yang asyik walaupun nada lagunya hanya beberapa notasi: 3 2 3 5   3 2 1 3 2 1 6   5 5  5 5 6 2  1 2 3.  Rasanya belum pernah ada lagu lainnya yang terdengar seperti itu.  
       Saya langsung merekam notasi nada lagu itu ke dalam digital voice recorder. Apesnya menjelang pergi mengajar, ban motor saya bocor kena paku. Nah, sambil menunggu si tukang tambal ban mengurusi ban motor yang kena paku. Saya meneruskan melodi tadi sampai dapat rangkaian bridge, refrain dan chorus yang cocokdan sesuai dengan melodi pada bait.  Kembali saya rekam senandung saya dengan DVR. 
       Malamnya setelah pulang dari mengajar dan makan siang sekitar jam 8 malam saya pindahkan semua potongan melodi yang tersimpan di dalam digital voice recorder ke dalam komputer dan kemudian merapikannya, memperbaiki di sana sini agar terdengar unik.