Tampilkan postingan dengan label Siaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siaran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 April 2013

#33: Kembali "Mengacau" di Radio DFM

Mbak Nuning

Tadi siang saya dan Bagas menjalani latihan dengan gelisah karena di dekat markas DTS Voices ada pertunjukan kesenian daerah yang suaranya memenuhi kepala. Alih-alih fokus pada lagu sendiri, kami malah jadi tergerak mengikuti lagu-lagu yang kami dengar. Parah!

Sore tadi saya bertugas menjalani wawancara untuk promo novel anak terbaru saya bertajuk Melodi Seruni, salah satu judul dari novel anak Seri Marigold terbitan Nourabooks.

Penyiar yang memandu dan menemani kami ternyata Mbak Nuning, yang tadi sudah colek-colek dan cengengesan bareng, saat saya dan Bagas numpang latihan di teras belakang Radio DFM.  Di sela-sela wawancara, kami membawakan lagu tema Mars Marigold yang khusus dibuat untuk mempromosikan novel anak Seri Marigold.

Terima kasih wawancara & fotonya, Mbak Nuning!
Sejujurnya, tadi sore kami nervous sekali karena kurang latihan. Alhamdulillah, Mbak Nuning menenangkan dan mengarahkan kami, sehingga kami bisa menjawab rentetan pertanyaan dengan lancar.  Setelah siaran, saat menunggu operator memindahkan hasil siaran ke dalam CD, Mbak Nuning pinjam gitar Fachri yang dipinjam Bagas dan memainkan Besame Mucho sambil menyanyi.  Dahsyat, keren banget!  Untunglah saya mendengar nyanyiannya sebelum saya menyanyi, jadi enggak keburu terserang minder hahaha...



Selasa, 22 Mei 2012

#21: Wawancara & Musik Akustik "Lumba-Lumba" dan "Orang Utan" di Radio DFM

     Siang tadi saya dan Bagas menjalani wawancara di Radio DFM, Jl. Mimosa untuk menceritakan proses kreatif cergam Delfina dan Pongo.  Kami membawakan dua lagu secara live:  Lumba-Lumba dan Orang Utan.  Beberapa pendengar yang mengikuti kuis menanyakan di mana bisa mendapatkan lagu-lagu kami.  Maka kami pun minta didoakan agar dapat segera merilis album.

Selasa, 24 Januari 2012

#19: Wawancara & Musik Akustik "Junior Chef" di Promo Novel "Panser Little Coobic" Karya Arikunto di Radio DFM



proses kreatif Panser Little Coobic

ki-ka: Ratih, Bagas, Sidi, Kay
     Kemarin siang DTS Voices mendapat kehormatan menemani Kay Arikunto dalam acara promo novel anak terbarunya Panser Little Coobic di Radio DFM di bilangan Buncit Indah.  Syukurlah atasan saya dan Bagas sama-sama mengizinkan kami cuti selama dua jam dan bahkan ikut menyimak acara lewat radio kantor.  Sesuatu banget.

     Ini pertama kalinya kami tampil on air!  Ehm, jadi maklum kalau kami begitu norak dan memalukan.  'Kami' di sini artinya saya dan Bagas.  Sidi adalah vokalis yang sudah punya jam terbang.  Bahkan ketika masih duduk di bangku TK ia sudah pernah menyanyi live di RRI Bandung membawakan lagu Aku Seorang Kapiten dan Kasih Ibu.
memperkenalkan DTS Voices

     Sejak pagi saya sudah sakit perut membayangkan harus menyanyi di depan corong secara langsung (tanpa direkam dulu).  Kegelisahan Bagas yang begitu demonstratif membuat saya makin grogi.  Langit yang menghitam menambah dramatis suasana hati.  Sidi kan naik motor, duh...  Alhamdulillah Sidi datang sepuluh menit sebelum acara mulai dan kami sempat pemanasan dulu.  *fiuh...*

Selasa, 02 Februari 2010

My Love, My English, My Success!


Penulis:  Ali Aljufri, Erna Fitrini, Kenny Sanjaya, Mukti Mulyana, Ratih Soe
Pemain:  Alia Safiera, Ronaldi Ozan, Gandi Faisal Maha, Sitha Damayanti, Hening Rahadianto, dll.

     My Love, My English, My Success! adalah drama seri di Green Radio di mana para tokohnya menggunakan bahasa campuran: Inggris dan Indonesia.
     Gina, Luz dan Glo adalah teman sekelas yang bersahabat karib. Mereka adalah anak-anak berdarah Filipina yang belajar di sebuah SD internasional di Jakarta. Mereka tidak begitu paham bahasa Indonesia.
     Tidak seperti kedua temannya yang WNA dan asli Filipina, Gina separuh Indonesia karena ayahnya orang Sunda. Suatu hari Gina kedatangan tamu dari Tasikmalaya, sepupunya bernama Samudra (Sam), keponakan ayah Gina. Sam tinggal di rumah Gina karena ia harus bekerja di Jakarta. Dengan susah-payah Sam berusaha belajar bahasa Inggris agar dapat berkomunikasi dengan ibu Gina, Gina dan teman-teman Gina.
     Gina, Luz, Glo, dan Sam menjadi empat sekawan yang kompak, kocak, dan saling membantu. Ketiga gadis kecil itu mengajari Sam bahasa Inggris, Sam mengajari mereka bahasa Sunda, juga bermain suling dan angklung.
     Apa yang terjadi ketika gadis yang dicintai Sam menikah dengan pemuda lain? Berhasilkah Gina dan kedua sahabatnya membesarkan hati dan menghibur Sam?

     Program ini produksi bersama KBR68H dan LBPP LIA, didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat.
     Pada akhir drama, para pendengar bisa menelepon untuk mengikuti kuis interaktif dan merebut peluang memenangkan berbagai macam hadiah, termasuk kursus bahasa Inggris gratis dari LBPP-LIA.