Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 April 2014

Cente Manis

Penulis:  Ronaldi

Foto:  resepmasakanpilihan.com
       Cente manis adalah sebuah lagu rakyat Betawi yang biasa dibawakan oleh tanjidor atau gambang kromong. Berkali-kali penulis berusaha mencari lirik lagu itu di mesin pencari google dan wikipedia, namun tidak membuahkan hasil sama sekali. Miris dan memprihatinkan sekali memang. Beruntung sekali penulis masih sempat mendapatkan pendokumentasian lagu ini dalam bentuk video, yang dinyanyikan oleh Paduan Suara Alumni Universitas Padjajaran. Sayangnya lirik lagu dalam video itu tidak terdengar jelas sehingga penulis berusaha mencari nara sumber untuk mendokumentasikan liriknya. Akhirnya penulis berhasil mendapatkan lirik lagu ini dari ibu Wajiamti, guru Seni Budaya di SMPN 52 Jakarta

Kamis, 02 Januari 2014

Cara Merawat dan Membersihkan Harmonika

Penulis:  Bismi Farhan

       Harmonika memiliki strip tipis dari logam yang jika bergetar maka akan menghasilkan suara. Ukuran bagian ini sangat tipis, sehinga jika ada kotoran yang menyangkut akan membuat suara yang dihasilkan harmonika menjadi tidak bagus.

       Berikut ini adalah 8 hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga harmonika anda tetap bersih :

Minggu, 21 April 2013

Ada Kutu di Balik Komposisi Hijab First


KONSEP
     Sejujurnya saat Nelfi Syafrina memesan lagu tema untuk peluncuran buku Hijab First di pertengahan Maret '13, saya mati gaya. Sudah ada Oki Setiana Dewi yang menulis dan menggarap lagu bertema sejenis, dengan musik, lirik, dan aransemen yang sangat manis dan indah.  Khawatir terjerumus menjadi penjiplak, saya simak  Hijab I'm in Love berulang-ulang, dengan maksud agar tak ada melodi yang mirip, dan tak ada rasa musik yang sama. Beberapa konsep saya ajukan dari jari ke telinga, tapi selalu ditolak oleh kepala. 

EKSEKUSI
    Setelah mengalami buntu beberapa minggu, akhirnya pada hari Minggu tanggal 14 April '13, saya putuskan memulai dari penulisan lirik saja sampai tuntas, baru kemudian mengisinya dengan melodi, kebalikan dari proses menulis lagu Kecil-Kecil Jadi Detektif yang melodinya lahir sebelum liriknya.  Penulisan lirik berlangsung sangat lancar, karena membaca buku ini tanpa disadari telah menumpuk tabungan ide di dalam kepala.  Tidak percaya?  Baca saja bukunya ;)

Foto: kuturambut.org
     Setelah lirik rampung, barulah saya berani kembali menyentuh pianika, setelah sekian lama menghindari tatap mata *halah*. Kali ini penulisan melodi tidak saya awali dari reffrain seperti yang lazim saya lakukan sebelumnya, tapi dari bridge yang setiap kalimatnya hanya berisi empat suku kata.  Tiap kalimat itu saya isi dengan empat nada beritme nyaris rata, yang saya cocokkan dengan lirik nakal, seperti: Ada kutu? Ketombean? Dari sana baru saya lari ke reffrain tempat inti pesan disampaikan, dan terakhir baru saya isi melodi pada bait awal dan akhir yang berlirik naratif.  Syukurlah, meski menulis sambil rebahan dengan hiasan koyo di kepala, kaki nangkring di tumpukan bantal karena sedang bengkak, dan napas ngos-ngosan akibat meniup pianika yang pipanya bocor, akhirnya melodi alot itu selesai juga.

     H-4 sebelum pentas, Ronaldi--lawan debat abadi saya di DTS Voices--sudah hampir kehilangan kesabaran menunggu lagu ini jadi dan mulai menagih dengan gaya debt collector. Hal ini membuat saya nyaris kehilangan kepercayaan diri saat memerdengarkan lagu ini untuk pertama kalinya kepada rekan-rekan di DTS di hari pertama latihan kami menjelang pentas.  Syukurlah, melodi itu sudah selesai.

     Sambil mengintip dan menguping dari dapur, saya berlama-lama menyiapkan minuman dan penganan ringan.  Akhirnya saya merasa lega karena mendengar Fery, Fachri dan Ronaldi  mengaransemen lagu ini dengan sangat lancar dan gembira.  Alia membawakannya sepenuh penghayatan--bagian bridge dengan sangat hidup dan jenaka, lalu bagian reffrain dijadikannya megah, sehingga Dewi pun menyanyi dengan gembira.  Saya pun boleh bernapas lega, karena melodi yang direvisi oleh ketiga aranjer itu hanya bagian vokal latarnya saja.  Dan malamnya, saya kirimkan aransemen kasarnya kepada Nelfi dan Achi. 
ki-ka: Fachri, Ronaldi, Fery, Alia, Dewi, Dhika


PUBLIKASI
     Lagu Hijab First untuk pertama kalinya kami bawakan di acara peluncuran antologi Hijab First terbitan Qultum Media, pada tanggal 21 April pukul 10:00 di Function Room Gramedia Matraman.

Minggu, 14 April 2013

#33: Kembali "Mengacau" di Radio DFM

Mbak Nuning

Tadi siang saya dan Bagas menjalani latihan dengan gelisah karena di dekat markas DTS Voices ada pertunjukan kesenian daerah yang suaranya memenuhi kepala. Alih-alih fokus pada lagu sendiri, kami malah jadi tergerak mengikuti lagu-lagu yang kami dengar. Parah!

Sore tadi saya bertugas menjalani wawancara untuk promo novel anak terbaru saya bertajuk Melodi Seruni, salah satu judul dari novel anak Seri Marigold terbitan Nourabooks.

Penyiar yang memandu dan menemani kami ternyata Mbak Nuning, yang tadi sudah colek-colek dan cengengesan bareng, saat saya dan Bagas numpang latihan di teras belakang Radio DFM.  Di sela-sela wawancara, kami membawakan lagu tema Mars Marigold yang khusus dibuat untuk mempromosikan novel anak Seri Marigold.

Terima kasih wawancara & fotonya, Mbak Nuning!
Sejujurnya, tadi sore kami nervous sekali karena kurang latihan. Alhamdulillah, Mbak Nuning menenangkan dan mengarahkan kami, sehingga kami bisa menjawab rentetan pertanyaan dengan lancar.  Setelah siaran, saat menunggu operator memindahkan hasil siaran ke dalam CD, Mbak Nuning pinjam gitar Fachri yang dipinjam Bagas dan memainkan Besame Mucho sambil menyanyi.  Dahsyat, keren banget!  Untunglah saya mendengar nyanyiannya sebelum saya menyanyi, jadi enggak keburu terserang minder hahaha...



Rabu, 27 Maret 2013

Melodi Seruni

Penerbit:  Noura Books

     Pilih jadi penulis atau komposer, ya?  Hmmm … Seruni, sih, mau dua-duanya. Tapi Ibu menentang habis-habisan hobi Seruni dalam bermusik. Ya sudah, Seruni melakukannya diam-diam. Malah ikut lomba cipta lagu saat sedang ujian di sekolah. Terang saja nilai-nilai Seruni jeblok semua.  Aduh, gawat!
      Dan Seruni pun harus menerima hukumannya, ia dilarang main musik, dan perkusinya dikunci di gudang!  Bagaimana, ya, sedihnya Seruni melewati hukumannya?  Berhasilkah Seruni menggapai impiannya satu panggung dengan komposer terkenal Iwang Noorsaid?  Kenapa gigi Sali copot?  Kenapa Dena dan Tiara harus menyanyi di dalam air?  Baca kisah lengkapnya, yuk!  Dapatkan langsung di toko buku, beli online di sini atau di sini

Kamis, 07 Maret 2013

Adrenalin Tinggi Saat Menulis Lagu "Kecil-Kecil Jadi Detektif"

IDE
       Malam itu, Sabtu, 3 Desember 2011, saya mengucap janji kepada rekan-rekan penulis yang akan menerbitkan novel anak seri Kecil-Kecil Jadi Detektif untuk membuatkan lagu guna mempromosikan novel mereka nanti. Ide ini timbul karena setelah membuat book trailer untuk novel anak seri Junior Chef, saya ingin kembali mengasah kreativitas dengan lagu lain yang suasananya beda. Selain itu saya juga sedang mencari alasan untuk mengumpulkan kembali personil DTS Voices, setelah kami vakum agak lama. Untuk membangun mood dan mencari ide, saya kembali membaca buku-buku detektif karya S. Mara Gd.

KONSEP
       Paginya, Minggu 4 Desember 2011, saya memulai hari dengan menonton seri The Backyardigans bersama keponakan. Kebetulan yang diputar episode detektif. Klop! Sambil menonton saya mulai mengolah rasa: tegang, penasaran, girang, seru, semua tercampur sempurna saat keponakan meluncurkan pertanyaan bertubi-tubi, tentang film yang kami tonton. Kami nonton sambil berjoget dan melompat-lompat, macam orang kerasukan. Semua yang terjadi mengarahkan otak saya kepada nada-nada kromatik.

Selasa, 18 Desember 2012

Summer in London dan Delapan Catatan Perjalanan Lainnya

Penulis:  Erna Fitrini
Musim panas kali ini, Minmie mengunjungi sepupunya, John dan Daisy yang tinggal di London. Mereka bermaksud pergi ke London Zoo. Di sana Minmie mengalami kejadian seru. Apakah kebun binatang itu sama seperti kebun binatang di Indonesia?
Minmie juga mengunjungi delapan kota lainnya. kejadian seru apa saja yang Minmie alami di sana?
Judul: Summer in London dan 8 Catatan Perjalanan Lainnya 
Penulis: Erna Fitrini, dkk.
Penerbit: DAR! MIZAN
ISBN: 978-602-242-117-7

Berminat? Bisa pesan di sini atau beli di toko buku lainnya.

Selasa, 22 Mei 2012

#21: Wawancara & Musik Akustik "Lumba-Lumba" dan "Orang Utan" di Radio DFM

     Siang tadi saya dan Bagas menjalani wawancara di Radio DFM, Jl. Mimosa untuk menceritakan proses kreatif cergam Delfina dan Pongo.  Kami membawakan dua lagu secara live:  Lumba-Lumba dan Orang Utan.  Beberapa pendengar yang mengikuti kuis menanyakan di mana bisa mendapatkan lagu-lagu kami.  Maka kami pun minta didoakan agar dapat segera merilis album.

Selasa, 24 Januari 2012

#19: Wawancara & Musik Akustik "Junior Chef" di Promo Novel "Panser Little Coobic" Karya Arikunto di Radio DFM



proses kreatif Panser Little Coobic

ki-ka: Ratih, Bagas, Sidi, Kay
     Kemarin siang DTS Voices mendapat kehormatan menemani Kay Arikunto dalam acara promo novel anak terbarunya Panser Little Coobic di Radio DFM di bilangan Buncit Indah.  Syukurlah atasan saya dan Bagas sama-sama mengizinkan kami cuti selama dua jam dan bahkan ikut menyimak acara lewat radio kantor.  Sesuatu banget.

     Ini pertama kalinya kami tampil on air!  Ehm, jadi maklum kalau kami begitu norak dan memalukan.  'Kami' di sini artinya saya dan Bagas.  Sidi adalah vokalis yang sudah punya jam terbang.  Bahkan ketika masih duduk di bangku TK ia sudah pernah menyanyi live di RRI Bandung membawakan lagu Aku Seorang Kapiten dan Kasih Ibu.
memperkenalkan DTS Voices

     Sejak pagi saya sudah sakit perut membayangkan harus menyanyi di depan corong secara langsung (tanpa direkam dulu).  Kegelisahan Bagas yang begitu demonstratif membuat saya makin grogi.  Langit yang menghitam menambah dramatis suasana hati.  Sidi kan naik motor, duh...  Alhamdulillah Sidi datang sepuluh menit sebelum acara mulai dan kami sempat pemanasan dulu.  *fiuh...*